Biaya energi terus naik! Mau tak mau, tekanan fiskal dan ekonomi juga meningkat, dan ini berimbas ke semua sektor, baik itu rumah tangga maupun industri. Krisis ini menggarisbawahi bahwa kita perlu untuk segera beralih ke energi terbarukan, salah satunya wood pellet.
Tapi, mengingat harga wood pellet yang juga naik akibat bahan baku kayu yang terbatas, pelet sekam padi menjadi alternatif pengganti yang paling ekonomis dan masuk akal.
Sayangnya, masih banyak yang belum paham betul apa itu pelet sekam padi. Apakah lebih ramah lingkungan dan hemat biaya dibandingkan wood pellet? Yuk, kita bahas!
Apa itu Pelet Sekam Padi?
Sesuai namanya, pelet sekam padi adalah jenis bahan bakar biomassa padat yang dihasilkan dari sekam padi, yaitu lapisan luar butir padi.
Produk sampingan pertanian ini diubah menjadi pelet dengan cara dimampatkan.
Meski sekam padi secara alami memiliki tekstur yang ringan, setelah melalui proses pemadatan dengan mesin biofuel khusus, sekam padi dapat diolah menjadi pelet dengan nilai kalor yang mampu bersaing dengan pelet kayu.
Di Indonesia yang dikenal sebagai negara penanam padi dengan produksi hingga 60,21 juta ton per tahun, permintaan akan pelet sekam padi kini laris manis di pasar biomassa Asia Tenggara.
Bagaimana Pelet Sekam Padi Dibuat?
Setelah memahami apa itu pelet sekam padi, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana produk biomassa ini diproduksi. Begini tahapannya:
1. Pengumpulan Sekam Padi
Tahap pertama adalah mengumpulkan sekam padi sebagai bahan baku utama. Sekam padi memiliki sifat pembakaran yang baik dan kadar air yang rendah, tidak melebihi 15%.
Selama proses pengepresan dan pemanasan, jika kadar air bahan melebihi batas ini, maka proses produksi bisa terganggu.
Saat sekam dipanaskan dan dipadatkan di dalam mesin, kelebihan air akan berubah menjadi uap dan meningkatkan tekanan di ruang pengepresan.
Akibatnya, proses pembentukan pelet menjadi kurang optimal dan bahan baku bahkan bisa meluap keluar dari corong pengumpan.
2. Pengolahan dan Pembersihan Bahan
Sekam yang telah dikumpulkan kemudian disaring dan dibersihkan dari berbagai kotoran seperti tanah, batu kecil, maupun debu.
Tujuan utamanya untuk menjaga kualitas pelet sekaligus mencegah kerusakan pada peralatan produksi.
3. Penggilingan, Pencacahan, dan Pembuatan Pelet
Setelah bersih, sekam padi digiling dan dicacah agar ukuran partikelnya lebih seragam.
Selanjutnya, sekam dialirkan ke mesin pelet yang bekerja menggunakan tekanan tinggi.
Di dalam mesin ini, bahan akan didorong melewati lubang-lubang cetakan hingga berubah menjadi pelet berbentuk silinder.
Proses peletisasi ini tidak membutuhkan bahan perekat tambahan karena sekam padi mengandung lignin alami yang akan berfungsi sebagai pengikat saat terkena panas dan tekanan.
4. Penyaringan Debu dan Pendinginan
Begitu keluar dari mesin, pelet masih berada dalam kondisi panas.
Jika langsung dikemas, kualitasnya bisa menurun karena masih mengandung panas sisa proses produksi.
Itulah sebabnya pelet harus melewati tahap pendinginan terlebih dahulu.
Pada saat yang sama, sistem penyaringan debu juga bekerja untuk memisahkan partikel-partikel halus yang terbentuk selama proses peletisasi.
5. Pengemasan
Setelah kualitasnya dipastikan sesuai standar, pelet sekam padi siap dikemas.
Ukuran kemasannya cukup beragam, mulai dari karung 15 kg untuk kebutuhan tertentu hingga ukuran jumbo berkapasitas 500 kg sampai 1 ton untuk penggunaan industri.
Parameter Spesifikasi Pelet Sekam Padi
Selain pemahaman seputar apa itu pelet sekam padi, penting juga untuk mengetahui spesifikasi teknisnya:
- Kadar air total harus kurang dari 15% karena akan memengaruhi efisiensi pembakaran.
- Kadar abu (residu yang tersisa setelah pembakaran sempurna) 14,24%. Persentase tersebut terbilang relatif tinggi, artinya lebih banyak residu yang tersisa setelah pembakaran, sehingga pelet ini cocok untuk boiler industri.
- Zat volatil kurang lebih 66%, merupakan zat yang mewakili gas yang dilepaskan selama proses pembakaran, tidak termasuk uap air. Nilai 66% menunjukkan bahwa sebagian besar energi dilepaskan sebagai zat volatil.
- Karbon tetap 19,48%, yaitu komponen padat dan tidak mudah menguap dari pelet yang berkontribusi pada pembakaran berkelanjutan. Pada persentase 19,48%, artinya pelet memiliki profil yang seimbang untuk pelepasan energi yang cepat dan pembakaran berkelanjutan.
- Total sulfur 0,04%, kandungan sulfur yang rendah membantu mengurangi emisi berbahaya selama pembakaran, sehingga pelet menjadi lebih ramah lingkungan.
- Nilai kalor kotor 3.500–4.200 kcal/kg. Range kandungan energi (kalor) pelet tergolong moderat, sehingga cocok untuk boiler industri.
Keunggulan Pelet Sekam Padi Dibanding Biomassa Lain

Setelah mengetahui apa itu pelet sekam padi dan parameter spesifikasinya, berikut ini beberapa alasan kenapa bahan bakar biomassa ini semakin banyak dipilih dibandingkan alternatif lainnya:
1. Efisiensi Pembakaran
Salah satu keunggulan utama pelet sekam padi adalah kemampuan pembakarannya yang efisien.
Dengan nilai kalor sekitar 3.500–4.200 kcal/kg, pelet ini mampu menghasilkan panas yang stabil dan bertahan cukup lama. Kandungan serat sekam yang tinggi juga membuat proses pembakaran lebih mudah dan optimal.
2. Lebih Ekonomis
Karena berasal dari limbah hasil penggilingan padi, sekam padi tersedia dalam jumlah melimpah dan memiliki harga yang relatif terjangkau, terutama di Indonesia sebagai negara penghasil beras terbesar ke-4 di dunia.
Nah, dengan mengolahnya menjadi pelet justru mampu meningkatkan nilai ekonomis sekam, tapi tidak menambah biaya produksi secara signifikan.
Dibandingkan dengan pelet kayu atau bahan bakar fosil, pelet sekam padi lebih hemat biaya 30% – 50%, tapi dalam hal keluaran energi, kemampuannya tetap solid.
3. Fleksibel untuk Berbagai Sistem Boiler
Pelet sekam padi dapat digunakan pada banyak jenis boiler dan tungku biomassa, baik yang konvensional maupun modern.
Anda tidak perlu melakukan modifikasi besar pada infrastruktur yang sudah ada, sehingga proses transisi menjadi lebih mudah dan hemat anggaran.
4. Emisi Lebih Rendah
Kandungan sulfur yang rendah membuat pelet sekam padi menghasilkan emisi bau tidak sedap atau iritan pernapasan yang minimal selama pembakaran.
Selain itu, pelet ini menghasilkan emisi asap yang lebih bersih dan ramah lingkungan, sehingga membantu mengurangi polusi di area operasional.
Penggunaan Pelet Sekam Padi di Berbagai Industri
Dengan berbagai keunggulan di atas, pelet sekam padi menjadi produk yang populer dan banyak digunakan di berbagai bidang industri, seperti:
- Pembangkit boiler biomassa, sebab proses pembakarannya stabil dan karakteristiknya cocok untuk kebutuhan boiler skala industri.
- Peternakan, digunakan sebagai alas kandang ternak dan unggas untuk membantu mengurangi bau tak sedap sehingga jadi lebih higienis dan nyaman.
- Produksi pupuk, dengan memanfaatkan abu hasil pembakaran sekam padi sebagai bahan pembuatan aditif pupuk organik, perbaikan struktur tanah, hingga media tanam.
- Penggunaan domestik, dipakai untuk sistem pemanas rumah, kolam air panas, ruang uap, sampai kebutuhan dapur di restoran atau hotel.
- Industri kelistrikan, digunakan pada pembangkit listrik biomassa sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Bagaimana? Setelah tahu tentang apa itu pelet sekam padi, apakah Anda tertarik untuk beralih ke biomassa ini? Kalau iya, perlu Anda ketahui kalau sekarang ada banyak perusahaan yang memperdagangkan pelet sekam padi di pasaran.
Tapi, akan lebih menguntungkan jika Anda memilih perusahaan yang mampu memproduksi sendiri guna memastikan kualitas produk dan menjamin pasokan yang terus stabil.
Salah satu perusahaan yang bisa diandalkan adalah PT Selaras Cipta Indonesia.
Dengan kapasitas produksi mencapai 7.000 metrik ton per bulan kami berkomitmen dalam menjamin ketersediaan suplai berkualitas untuk mendukung operasional industri Anda.
Penasaran bagaimana detail spesifikasi produk pelet sekam padi kami? Klik di sini.
